Pelaksanaan pemberdayaan Masyarakatt Lokal di Masa Pandemi Covid-19. Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Hadiyanto A. Rachim, S.Sos.,M.I.Kom.

  • Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat Lokal Di Masa Pandemi COVID-19

  • Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat Lokal Di Masa Pandemi COVID-19

  • Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat Lokal Di Masa Pandemi COVID-19

  • Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat Lokal Di Masa Pandemi COVID-19

  • Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat Lokal Di Masa Pandemi COVID-19

Jumat, 12 Februari 2021

Kegiatan Warga pada Kasus Isolasi Mandiri Positif Covid-19 Warga Setempat

 Di masa pandemi COVID-19 ini, warga yang biasanya beraktivitas dengan lingkungan sekitarnya, menjadi terhambat dikarenakan penyebaran virus yang masih belum terkontrol khususnya di berbagai daerah di Indonesia. Isolasi Mandiri adalah salah satu upaya dari pencegahan penyebaran virus tersebut. Berdasarkan data di Jawa Barat, sebanyak 26.903 pasien tengah menjalahkan isolasi, baik di rumah sakit ataupun di rumah masing-masing. Keterbatasan yang dimiliki rumah sakit, memaksakan beberapa kategori pasien COVID-19 untuk memilih Isolasi Mandiri di rumahnya. Kategori yang diperbolehkan tentu yang bergejala rignan hingga sedang dan tetap dalam pengawasan tenaga kesehatan. Isolasi Mandiri merupakan serangkaian Karantina dan berdiam diri dirumah selama kurang lebih 14 hari hingga dirasa gejala dari COVID-19 pulih. Permasalahan yang kami temukan adalah banyak warga yang tidak mengerti bagaimana cara isolasi mandiri yang baik dan mencegah penyebaran kluster keluarga. Masalah tersebut yang kami coba untuk upayakan dalam kegiatan ini. 


Pada subtema kami, penyebaran informasi yang akurat dan bersuber valid adalah komponen terpenting dalam pencegahan hoaks yang marak di Indonesia. Kami membuat Akun instagram dengan username @isoman.tips agar informasi tersebut dapat mudah diakses oleh masyarakat luas sebagai panduan dan tips untuk isolasi mandiri yang baik dan mencegah rantai penyebaran virus COVID-19.





Share:

PENGEMBANGAN EKONOMI WARGA KELURAHAN MELONG KECAMATAN CIMAHI SELATAN KOTA CIMAHI SELAMA PANDEMIC COVID-19

Pandemic COVID-19 hingga saat ini (Januari 2021) belum menunjukan tanda-tanda akan berakhir. Namun, saat ini orang-orang yang terpapar wabah ini semakin melonjak dan angka kematian disebabkan COVID pun semakin bertambah. Hal ini telah mengubah dunia seperti kehidupan social , ekonomi , pendidikan hingga mempengaruhi kondisi alam. Pemerintah menetapkan kebijakan untuk seluruh masyarakat Indonesia untuk berdiam diri dirumah jika tidak ada kepentingan mendesak. Tujuannya adalah untuk memutus penyebaran virus Covid 19 hal ini membatasi ruang gerak masyarakat untuk beraktivitas diluar rumah sehingga menyebabkan pembatasan komunikasi manusia secara interaksi kontak sosial (tatap muka, menyentuh secara fisik) menjadi berkurang, dan terarah pada aktivitas komunikasi di media sosial. Kini masyarakat berbondong-bondong beralih ke media social diantaranya ialah pendidikan yang mengharuskan pembelajaran dirumah . Demikian juga dengan KKN (Kuliah Kerja Nyata), yang semestinya memberikan ruang yang cukup bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dan belajar bersama dengan masyarakat, mengalami kendala terkait pelaksanaannya. Maka dari itu kegiatan-kegiatan KKN sebagian besar diadakan secara virtual di daerah masing-masing yakni program pengabdiannya dengan mengajak beberapa masyarakat  untuk mulai aktif bermedia social dalam hal berjualan apapun itu karena hal itulah yang dibutuhkan pada saat ini untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dalam rangka memajukan ekonomi beberapa mitra di kelurahan Melong, kelompok yang dipimpin oleh Kamila dengan beranggotakan Farhan, Felix, Natasya, Zaidan, Isni, dan dibimbing oleh Pak Dr.Hadiyanto Abdul Rachim S.Sos.,M.I.Kom melaksanakan program KKN-PPM yaitu pembuatan media sosial untuk UMKM yang dimiliki oleh mitra masing-masing. 

 
Akun Media Sosial Mitra Usaha



Pertemuan dengan Karang Taruna Kel. Melong


Setelah terlaksananya program, tindak lanjut kegiatan setelah berakhirnya KKN adalah melakukan pengontrolan terhadap mitra setelah dilakukannya evaluasi mengenai kepuasan dan hasil pengembangan usaha yang dilakukan. Hasil kuisioner kepuasan yang diberikan kepada mitra menunjukkan bahwa mereka cukup puas dan terjadi perkembangan pada usaha mereka setelah dilakukannya kegiatan.



Share:

Video KKN Unpad 2021

 


Share:

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Kegiatan Warga pada Kasus Isolasi Mandiri Positif Covid-19 Warga Setempat

 Di masa pandemi COVID-19 ini, warga yang biasanya beraktivitas dengan lingkungan sekitarnya, menjadi terhambat dikarenakan penyebaran virus...